Momok Generasi Muda saat ini : Kehamilan Yang Tidak Diinginkan

ika/tifa 2019-08-13
 



Sumbawa Barat, Diskominfo – Sebagai bentuk penanggulangan terhadap “ Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), Unit Pelayanan Terpadu Daerah ( UPTD) Puskesmas Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat gelar konselor sebaya bagi pelajar. Senin (12/8).

Maraknya pergaulan bebas yang terjadi di kalangan generasi milenial yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan, bahkan perbuatan yang merugikan banyak pihak menjadikan faktor utama bagi UPTD Puskesmas Taliwang gencar memberikan sosialisasi dan pemahaman terkait hal tersebut melalui agenda konselor sebaya yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Taliwang. Agenda yang berlangsung dari tanggal 12-13 Agustus 2019 ini menarget siswa dengan usia 13 tahun ke atas, dimana pada usia tersebut secara mental sudah melampaui usia anak-anak namun belum matang dalam kedewasaan berpikir sehingga sangat riskan dan labil dalam mengambil keputusan.

Melalui program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR), Nita Selfianti, (siapa ini? bidan? Nakes? Atau apa jabatannya di puskesmas?) melatih siswa siswi di SMPN 1 Taliwang untuk menjadi seorang konselor. Dalam pelaksanaanya Nita bersama rekan-rekan dari UPTD Puskesmas Taliwang memberikan beberapa materi terkait kesehatan reproduksi, penyakit berbaya, dan lain sebagainya agar siswa lebih memahami arah kegiatan tersebut, selanjutnya siswa di latih secara khusus bagaimana menjadi seorang konselor yang baik dan dapat memberikan masukan serta mampu menjadi pemecah masalah bagi teman sebaya. Proses konseling yang dilaksanakan tidak hanya dilakukan melalui komunikasi dua arah saja melainkan dapat dilaksanakan melalui via telepon dan lain sebagainya karena pada dasarnaya pihak puseksmas selalu terbuka terhadap siswa yang ingin mengkonsultasikan berbagai permasalah yang ada.  

“Sejauh ini UPTD Puskesmas Taliwang bergerak dalam bentuk pencegahan dini terhadap KTD dan belum terdapat ruang untuk menindak lanjuti korban dari KTD ini. Harapan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah sekolah mampu menciptakan seorang konselor yang bisa mengayomi dan menerapkan sikap-sikap seorang konselor yang baik terhadap rekan-rekannya yang mengalami KTD ini" ujar Nita.

Terkait kasus siswa yang mengalami KTD, pihak UPTD Puskesmas Taliwang sepenuhnya menyerahkan keputusan kepada pihak sekolah. Saat anak tersebut berbaur ke masyarakat maka secara otomatis akan diikut sertakan dalam posyandu Keluarga untuk diberikan pemahaman seputar kehidupan berkeluarga dari sisi kesehatan.