Lestarikan Lingkungan Perairan Gili Balu Sumbawa Barat, ICCTF dan Bappenas RI Tanam Mangrove

Feryal/yeni 2021-09-17
  Sumbawa Barat - Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI (Bappenas) melakukan penanaman mangrove di Pulau Namo Gili Balu Kecamatan Poto Tano Sumbawa Barat, Kamis (16/9).

Penanaman tersebut adalah program rehabilitasi dan pengelolaan lingkungan dan terumbu karang atau COREMAP-CTI yang bertujuan untuk menjaga dan merehabilitasi lingkungan di perairan Gili Balu.

Penanaman mangrove dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sumbawa Barat, H. W Musyafirin bersama Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas RI, Dr Sri Yanti JS dan Direktur ICCTF, Tony.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan apa yang kita lakukan pada hari ini merupakan komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan dan potensi wisata.

Ini sekaligus sebagai proses pembelajaran bagi kita dan anak-anak kita agar cinta dan memelihara lingkungan.

H W Musyafirin juga sangat mengapresiasi apa yang dilakukan ICCTF dan Bappenas melakukan penanaman mangrove di pulau Namo Gili Balu.

Ia sangat bersyukur atas terpilihnya Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yaitu Gili Balu yang ada di Kecamatan Poto Tano menjadi salah satu dari tiga lokasi atau kawasan konservasi perairan.

"Kegiatan ini untuk pelestarian sekaligus menjaga potensi pariwisata di KSB, saya sangat mengapresiasi ini," ujar Bupati KSB H W Musyafirin, di lokasi kegiatan penanaman mangrove Gili Balu, Kamis.

COREMAP-CTI adalah program melestarikan terumbu karang di Indonesia dari praktik penangkapan ikan yang merusak, serta polusi dan perubahan iklim.

Gili Balu di Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat menjadi salah satu dari tiga kawasan konservasi perairan dalam program COREMAP-CTI. Dua kawasan lainnya adalah di Lombok, dan Bali.

Di lokasi yang sama, Direktur Kelautan dan Perikanan Kementerian PPN/Bappenas, Sri Yanti JS menilai bahwa Gili Balu mempunyai potensi pariwisata yang sangat tinggi.

Ia mengatakan, penanaman mangrove di Gili Balu akan membawa multiplayer effect bagi kehidupan masyarakat di sekitar.

"Penanaman mangrove ini untuk melestarikan lingkungan sehingga kualitasnya dapat dipertahankan. Banyak manfaatnya terutama bagi pariwisata," katanya.

Sementara itu, Direktur ICCTF, Tony, saat ditemui di lokasi kegiatan mengatakan, bahwa kegiatan penanaman mangrove ini adalah salah satu aktivitas dalam program COREMAP-CTI yang didanai oleh Asian Development Bank (ADB).

Ia berharap dalam program COREMAP-CTI ini akan berdampak positif bagi masyarakat sekitar, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya yang mengandalkan laut dalam kehidupan mereka.

Program ini juga merupakan program jangka panjang untuk melestarikan terumbu karang di Indonesia dari praktik penangkapan ikan yang merusak.

"Kami membentuk empat kelompok masyarakat untuk ikut mengawasi masalah pengerusakan lingkungan, sehingga mereka yang akan mengawasi masyarakat lainnya," katanya.

Terpisa, Kepala Desa Poto Tano M Nur Hasan saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (17/9) menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada ICCTF dan Bappenas serta Pemda Sumbawa Barat yang telah melakukan penanaman mangrove di Pulau Namo Gili Balu.

Menurutnya, kegiatan ini sangat baik bagi kelestarian lingkungan serta mencegah abrasi.

"Ini bagian dari kepedulian dari pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan, kami atas nama masyarakat mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya," tandas Kades.