Bupati KSB Minta Inovasi ASN Dilaporkan ke Menpan-RB Agar Bernilai

Feryal/yeni 2021-09-20
  Sumbawa Barat – Bupati Sumbawa Barat mengatakan bahwa inovasi yang dilakukan para Aparatur Sipil Negara (ASN) selama ini akan sia-sia jika tidak dilaporkan kepada Menpan-RB.

Menerutnya, semua kegiatan yang yang dilakukan oleh ASN adalah kreatif tetapi tidak mampu diformalkan, sehingga harus distrukturkan kemudian dicari regulasi yang menopangnya sehingga bernilai inovatif.

“Kadang-kadang inovasi yang sangat kecil tidak bermakna apa-apa jika kita tidak melaporkannya. Padahal itu inovasi yang cukup baik,” kata Bupati saat memberikan sambutan dalam Apel Syukur ke 9 tahun 2021 di lapangan upacara kompleks Kemutar Telu Center, Senin (20/9).

Ia menilai bahwa semua ASN di Sumbawa Barat ini sudah memiliki kemampuan baik itu staf, eselon 4 dan 3. Khusus eselon 3A harus melaporkan kegiatannya terutama dalam pengembangan reformasi birokrasi managemen organisasi.

“Terlalu banyak yang dilakukan bernilai baik, tetapi kalau tidak dilaporkan maka tidak ada gunanya, sementara kita sudah bekerja maksimal,” ujarnya.

”Kalau semua ini dilaporkan mungkin kita akan masuk peringkat di bawah 50 kabupaten/kota inovatif se-Indonesia, tinggal kemauan dan keyakinan kita untuk meraih itu,” katanya lagi.

Dua bulan lalu, Sumbawa Barat berada pada peringkat 215 dari sekitar 450 kab/kota inovatif se-Indonesia. Namun setelah Bupati melakukan rapat dan menginventaris apa saja yang dilakukan, peringkat Sumbawa Barat makin baik yaitu berada di bawah 100 kab/kota se-Indonesia.

Bupati juga mengapresiasi kebersamaan dan kekompakan instansi vertikal yang sudah kelihatan sangat kompak atas sinergitas sehingga Sumbawa Barat mampu mengandalikan penyebaran covid-19, serta dapat memberikan rasa yang cukup aman bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19, Ia meminta kepada ASN agar menjadi corong terdepan untuk mengedukasi masyarakat bahwa vaksin sangat penting dan sangat menentukan keberhasilan pencegahan covid-19.

“Mari kita tingkatkan disiplin kita karena ini modal utama. Kebersamaan yang kita laksanakan selama ini Alhamdulillah ternyata tidak dapat dilakukan kabupaten lain sehingga kita menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang mampu menuntaskan 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat,” tandasnya.